www.AlvinAdam.com


Berita 24 Bali

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

thumbnail

Posted by On 07.11

Bagaimana Persija Membuat Bali United Tidak Berkutik di Final Piala Presiden 2018

We are part of The Trust Project What is it?

Pra-musim 2018 berjalan baik untuk Persija Jakarta. Usai menjuarai Boost Sports Super Fix Cup 2018 yang berlangsung di Malaysia, Persija juga sukses menjuarai turnamen Piala Presiden 2018 yang laga puncaknya berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Lawan Persija adalah Bali United yang seakan berjodoh dengan Macan Kemayoran tahun ini. Tidak hanya sama-sama mewakili nama Indonesia di ajang Piala AFC, kedua tim juga telah terlebih dahulu bertemu di fase grup. Saat itu, Persija kalah 2-3 dari Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta.

Situasi kemudian berubah 180 derajat saat keduanya bentrok di laga pamungkas. Sebanyak kurang lebih 68.000 penonton yang memadati SUGBK, menyaksikan langsung pertandingan seru yang berlangsung intens dan ketat selama 90 menit. Kedua tim relatif imbang dan sama kuat.

Persija sedikit unggul penguasaan bola sebanyak 51 berbanding 49 persen milik Bali United. Mereka juga lebih rajin melepaskan tendangan tepat sasaran sebanyak delapan kali berbanding tiga milik Bali United, di mana tiga di antaranya bersarang ke gawang Wawan Hendrawan. Namun, ada perbedaan mencolok yang memisahkan kedua tim, yaitu kolektivitas bermain dan koordinasi lini belakang Persija yang tidak dimiliki Bali United.

Detail kecil dapat memengaruhi pertandingan, dan itu terlihat jelas dalam pertandingan semalam, ketika Persija menerapkan anti-taktik Bali United yang doyan menguasai bola dengan mengeksploitasi celah di lini belakang skuat asuhan Hans-Peter Schaller. Persija juga sangat kompak bermain dari lini belakang hingga ke depan.

Serangan dari sisi sayap menjadi kekuatan utama Persija, melalui pergerakan dinamis Novri Setiawan dan Riko Simanjuntak. Begitu juga tiga pemain tengah Persija, Sandi Sute, Rohit Chan d, dan Ramdani Lestaluhu, yang rajin bergerak di lini kedua untuk membatasi pergerakan lini tengah Bali United yang dimotori Stefano Lilipaly.

Rapat di lini bertahan dan menyulitkan lini tengah Bali United berkreasi, Persija pun "memaksa" Bali United bermain dengan mengikuti strategi bermain mereka. Ilija Spasojevic, striker Bali United, terisolasi di lini depan dan kesulitan lepas dari marking Jaimerson Xavier dan Maman Abdurrahman.

Di babak pertama, Spaso hanya menerima satu operan dan hanya sekali melepaskan tembakkan, itu juga mengenai pemain lawan. Lebih lanjut, dari data yang dicantumkan Labbola, striker naturalisasi Indonesia itu juga cuma menerima lima operan dari rekan setimnya. Spaso benar-benar kalah kelas dibanding top skorer Piala Presiden 2018, Marko Simic, semalam.

Faktor Pembeda Itu Bernama Marko Simic

Striker asal Kroasia itu menyabet langsung dua penghargaan individu terbaik di Piala Presiden 2018: gelar top skorer dan pemain terbaik turnamen. Tidak sia-sia Persija memboyongnya dari Melaka United.

Simic menjadi salah satu pembeda pertarungan Bali United dengan Persija semalam. Ketika Spaso tidak berkutik, Simic justru memanfaatkan dua celah di lini belakang Bali United untuk mencetak gol. Simic memiliki penempatan posisi yang bagus dan insting gol tinggi, ketika mengonversi umpan lambung rekan setimnya menjadi gol: satu dari tandukkan kepala dan satunya lagi via tendangan salto ala Widodo Cahyono Putro, legenda sepak bola Indonesia yang menjadi pelatih Bali United.

Pages

  • 1
  • 2
  • 3
  • next ›
  • last »
Topics Persija, Bali United, IndonesiaSumber: Google News | Berita 24 Bali

no image

Posted by On 07.11

Gabung TC Timnas U-23 Indonesia, Pilar Bali United Ini Dapat Pesan dari 'Si Kijang'

BOLASPORT.COM - Bek kanan Bali United, I Made Andhika Wijaya langsung menjalani pemusatan latihan (Training Center/TC) timnas U-23 Indonesia.

Pemain asal Bali itu bergabung ke pemusatan latihan timnas U-23 untuk Asian Games 2018 bersama Ilija Spasojevic, Ricky Fajrin, dan Yabes Roni.

Andhika Wijaya yang mengikuti pemusatan latihan timnas, pun mendapat dukungan dari I Made Pasek Wijaya yang merupakan mantan pemain timnas era 1980-an hingga 2000.

Pada masa tersebut, I Made Pasek Wijaya dikenal sebagai gelandang timnas Indonesia yang lincah, sehingga ia dijuluki sebagai Si Kijang dari pulau Dewata.

I Made Pasek Wijaya sendiri ialah ayah dari Andhika Wijaya.

“Jika ada uji coba, saya akan datang ke Jakarta. Dia masih muda dan butuh dukungan,” kata I Made Pasek Wijaya.

Ia pun m embagikan pengalamannya kepada putranya terkait persaingan di timnas.

(Baca Juga: Persija Jakarta Juara Piala Presiden 2018, Medali Bambang Pamungkas Malah Hilang)

“Intinya harus kuat mental,” katanya.

Andhika Wijaya pun memiliki target untuk mendapatkan tempat di skuat timnas U-23.

“Target adalah merebut posisi utama di Timnas Indonesia U-23. Ini pertama kali dipanggil pemusatan latihan timnas,” kata pemain yang akrab disapa Otong itu.

Sumber: Google News | Berita 24 Bali

thumbnail

Posted by On 07.11

Gelandang Bali United asal Belanda, Kevin Brands Pakai Jersey Timnas Indonesia

Gelandang Bali United asal Belanda, Kevin Brands Pakai Jersey Timnas Indonesia

Gelandang Bali United asal Belanda, Kevin Brands, kedapatan memakai jersey timnas Indonesia usai laga final Piala Presiden.

Gelandang Bali United asal Belanda, Kevin Brands Pakai Jersey Timnas IndonesiaYAN DAULAKA/BOLASPORT.COMPemain anyar Bali United, Kevin Brands (48/merah) berupaya melindungi bola dari gangguan pemain PSIS pada laga uji coba kedua tim di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Rabu (10/1/2018)

TRIBUNJOGJA.COM - Gelandang Bali United asal Belanda, Kevin Brands, kedapatan memakai jersey timnas Indonesia usai laga final Piala Presiden, Sabtu (17/2/2018).

Timnas Indonesia memiliki magnet tersendiri bagi para pemain asing Liga 1.

Sejumlah pemain asing secara terang-terangan begitu tertarik untuk tampil bersama timnas Indonesia.

Kali ini, giliran gelandang anyar Bali United asal Belanda, Kevin Brands yang melakukan hal tersebut.

Dilansir BolaSport.com dari Tribun Bali, Kevin Brands membeli dua jersey timnas Indonesia sekaligus di Jakarta.

"Saya membeli dua jersey timnas Indonesia warna merah dan putih," kata Brands.

Ia membeli jersey tersebut di salah satu mall.

Kevin mengaku membeli jersey timnas Indonesia karena menyukai model jersey timnas Indonesia.

"Saya suka, model jersey-nya, simple," kata mantan pemain Almere City itu.

Gelandang asal Belanda itu baru saja datang ke Bali Unitedpada musim

Kevin Brands sendiri tak diturunkan Bali United saat melawan Persija Jakarta pada final Piala Presiden 2018. (*)

Editor: has Sumber: BolaSport.com Ikuti kami di Kekasih Terobos Lampu Merah Sambil Bercanda, Wanita di Kediri Tewas Terlindas Truk Kontainer Sumber: Google News | Berita 24 Bali

no image

Posted by On 07.11

Piala Gubernur Kaltim: Arema Anggap PSIS Lebih Kuat dari Bali United

Bola.com, Malang - Prediksi Arema FC soal perubahan peserta Piala Gubernur Kaltim (PGK) II terjadi. Bali United yang akan jadi lawan perdana Arema di penyisihan Grup A mengundurkan diri karena jadwalnya bentrok dengan AFC Cup 2018. PSIS Semarang yang akan mengisi slot Bali United.

Secara tim, tentu PSIS tidak sebagus Bali United. Karena klub asal Semarang itu adalah tim promosi di Liga 1. Namun pelatih Arema, Joko 'Getuk' Susilo tidak setuju dengan pandangan itu. Dia melihat PSIS justru lebih tangguh dari Bali United.

  • Berkat Timnas Indonesia, Abduh Lestaluhu Punya Kekasih Idaman
  • Kim Jeffrey Kurniawan Mulai Berlatih dengan Normal
  • Timnas Indonesia Gelar TC, Egy Maulana Vikri Naik Level

"Indikatornya, PSIS bisa menang waktu ujicoba lawan Bali di Stadion Dipta, Gianyar pada Januari lalu. Jadi PSIS ini tim bagus," jelasnya.

Namun Arema sendiri tidak asing dengan kekuatan tim berjuluk Laskar Mahesa Jenar tersebut. Mereka sudah tiga kali bertemu di tahun ini. Dua kali dalam ajang ujicoba dan sekali di penyisiham Piala Presiden. Ketiga pertemuan itu berhasil dimenangkan Arema.

"Kami tidak boleh jemawa dengan hasil yang sudah lalu. Sekarang PSIS sudah lebih lama melakukan persiapan. Tentu mereka akan lebih kuat. Apalagi pemain asing mereka juga terus bertambah," tegas dia.

Arema tidak bisa tampil dengan kekuatan penuh saat melawan PSIS karena ada empat pemain yang dipanggil Timnas Indonesia U-23, yakni Kartika Ajie, Bagas Adi, Hanif Sjahbandi dan Ahmad Nur Hardianto. Begitu juga dengan Rodrigo Ost yang sudah tidak lagi jadi pemain Arema karena tidak lolos verifikasi pemain asing di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

"Sekarang kami fokus bermain tanpa lima pemain itu. Dalam latihan juga kami siapkan penggantinya," imbuh pelati h yang juga menjabat sebagai Dirtek Akademi Arema ini.

Arema di PGK masih tetap berbahaya karena ada playmaker asing yang akan diseleksi. Kabarnya pemain itu adalah Gustavo Lopez. Namun ada juga nama lain yang akan menyusul di Samarinda. Arema mereka punya opsi pengatur serangan yang berbeda dalam setiap pertandingan penyisihan grup.

Piala Presiden 2018: PSIS SEMARANG (1) VS AREMA FC (3) - Highlight Gol

Sumber: Google News | Berita 24 Bali

thumbnail

Posted by On 05.07

'Balichinesia': Melihat akulturasi budaya dalam identitas komunitas Cina Bali

]]> 'Balichinesia': Melihat akulturasi budaya dalam identitas komunitas Cina Bali

Project BalichinesiaHak atas foto Project Balichinesia
Image capti on Identitas Cina Bali, menurut penulis Eve Tedja dan peneliti Dicky Lopulalan, menunjukkan bukti-bukti akulturasi yang sangat kuat.

Bagi penulis Eve Tedja, identitasnya sebagai seseorang yang berasal dari keturunan Tionghoa tidak membuatnya merasa sebagai sosok yang berbeda, sampai kemudian dia keluar dari Bali, tempatnya tinggal selama ini, dan kuliah di Jakarta.

Baru kemudian Eve merasa bahwa identitasnya sebagai orang Cina Bali adalah sesuatu yang cukup istimewa.

Dari pengalaman itu, Eve Tedja bersama Dicky Lopulalan melakukan penelitian sejak beberapa tahun terakhir tentang Balichinesia atau identitas Cina Bali yang mereka nilai menunjukkan bukti-bukti akulturasi yang sangat kuat.

Dalam penelitiannya, mereka menulis, "Orang Bali menganggap orang Cina sebagai kakak tertua dan memasukkan unsur-unsur budaya Cina dalam kesenian dan ritual adat. Tari Baris Cina, Barong Landung, hingga Gong Beri, adalah contoh-contoh pengaruh budaya Cina dalam seni tari Bali."

"Di wilayah sastra, orang Bali sangat mengenal cerita Sampik Ingtai yang jelas-jelas berasal dari Cina. Di Bali, cerita yang menjadi kisah percintaan antara I Sampik dan Ingtai ini telah diadaptasi dalam berbagai bentuk kesenian, dari pupuh (tembang puisi Bali), cerita drama tari Arja, Drama Gong, hingga tema lagu populer Bali masa kini."

  • Masalah kesenjangan kaya-miskin 'bukan soal etnis Cina atau bukan'
  • Korban Mei 1998 dan aksi lilin untuk Ahok yang meluas

Mereka juga menemukan cerita rakyat yang cukup terkenal dari perkawinan Raja Bali Sri Raja Jayapangus dengan puteri Cina bernama Kang Cing Wei pada abad ke-12 atau pasangan beda budaya yang kemudian berakhir pada keberadaan Pura Balingkang di Kintamani.

Hak atas foto Project Balichinesia
Image caption Penggunaan uang kepeng Cina dinilai sebagai salah satu bukti akulturasi budaya Bali dan Cina oleh proyek penelitian Balichinesia.

Bukan hanya itu, dalam hal penggunaan uang kepeng atau koin Cina yang bagian tengahnya bolong, menurut Eve, "sampai sekarang di Bali, di agama Hindu, menjadi alat upacara yang harus ada."

"Mungkin karena secara historis dan budaya, sama-sama serupa, Hindu dan Konghucu kan sama-sama agama arwah, jadi menyembah leluhur, sama-sama pakai air suci dan dupa. terutama dupa sih. Tata cara sembahyangnya itu mirip sekali antara Hindu dan Konghucu," kata Eve.

"Menarik kan, betapa jalinan itu sudah erat sekali. Sudah nggak bisa dibedakan, siapa yang mempengaruhi siapa," kata Eve.

  • Toleransi antar-etnis di "Kota Cina Kecil" Lasem
  • 'Diskriminasi ras' di Yogyakarta: Kenapa keturunan Cina tak boleh punya tanah?

Dia juga menemukan banyak klenteng di Bali yang letaknya juga di dalam pura, sehingga mereka bersembahyang secara sekaligus, baik di pura maupun juga di klenteng.

Secara praktik kepercayaan, komunitas Cina di Bali kebanyakan menganut Tri Dharma yang merupakan gabungan dari Konghucu, Hindu dan Buddha, namun secara KTP, karena harus memilih satu agama, maka yang tercantum berbeda-beda, dari Kristen, Hindu, maupun Buddha.

Eve baru merasakan bahwa identitasnya sebagai orang keturunan Cina dianggap berbeda ketika dia berada di Jakarta. Ketika di Bali, dia memang kadang ditanya, 'oh, nak cine?' untuk memastikan identitasnya sebagai orang Cina Bali dan bukan turis.

"Tapi pertanyaan itu tidak pernah mendapat intonasi yang berbeda, tidak ada maksud yang berbeda. Beda dengan, ' ;ah, cina lu!'," Eve membandingkan.

1998 dan 1965

Eve baru merasakan adanya perubahan terjadi setelah 1998.

"Komunitas Cina di Bali kan kecil sebenarnya, kebanyakan saling kenal. Saya ingat tiba-tiba cukup signifikan sih ada pendatang dari Jawa atau Sumatera, tiba-tiba dengar kok ada oom-oom ngomongnya logatnya agak beda, karena kalau orang Cina Bali itu biasanya ngomongnya bahasa Indonesia dan bahasa Bali."

"Saya ingat waktu itu ada oom-oom tua, lewat depan rumah saya, tiba-tiba menjual kue. Saya ingat nanya ke papa saya, itu siapa. 'Oh iya, itu kasihan dia dari Jakarta, tokonya dibakar, jadi dia harus mulai dari nol'. Baru itu saya merasa, 'oh ternyata di luar (Bali) seperti itu ya?'," kata Eve.

Hak atas foto Project Balichinesia
Image caption Salah satu bukti akulturasi yang dicatat oleh Project Balichinesia, banyak klenteng di Bali yang letaknya juga di dalam pura, sehingga mereka bersembahyang secara sekaligus, baik di pura maupun juga di klenteng.

Eve dan Dicky Lopulalan mewawancarai sekitar 60an keluarga Cina Bali, dan kebanyakan menyasar mereka yang berusia 60 tahun ke atas.

Dan, menurut Eve, saking 'normalnya' pengalaman mereka, sampai-sampai mereka ditanya balik, kenapa mewawancarai masa lalu yang tampaknya normal dan biasa itu.

  • Ditemukan 'kuburan massal korban kekerasan 1965 ' di Purwodadi, Jawa Tengah
  • Peristiwa G30S 1965, penumpasan PKI, dan hari-hari sesudahnya

Meski begitu, Eve mengakui, bahwa topik seputar apa yang terjadi pada 1965 masih menjadi titik yang sangat sensitif dalam sejarah Cina Bali.

"Kalau mereka b ilang, 'nggak, saya nggak mau bahas', saya nggak akan menanyakan itu," kata Eve.

Meski begitu, Eve menemui beberapa orang yang bersedia untuk bercerita soal 1965, termasuk di Singaraja. Orang-orang yang ditemuinya menceritakan tentang pengalaman, "bangun, tiba-tiba lautnya merah" atau "menemukan mayat tanpa kepala".

"Tapi jarang yang mau menceritakan sebegitu detailnya," tambah Eve.

  • Mengapa istilah 'pribumi' dalam pidato Anies Baswedan memicu kontroversi?
  • Polisi akan selidiki gambar stiker 'pribumi' yang beredar

Tapi banyak juga dari responden wawancara yang ditemuinya, termasuk di kawasan Klungkung, yang merasa situasinya dianggap aman, dan tidak ada penyasaran yang dilakukan terhadap etnis Cina di Bali.

"Secara umum, mereka menganggap itu sebagai suatu kejadian yang absurd. Jadi seperti suatu periode di hidup mereka yang sampai sekarang mereka tidak bisa menj elaskan apa yang terjadi. Tapi di luar itu, itu tidak masalah. Jadi semacam anomali," kata Eve.

Hak atas foto Getty Images
Image caption Sebagian besar warga Indonesia etnis Cina mengatakan belum bisa melupakan kerusuhan Mei 1998.

Saat ditanya apakah dia ingin mendalami soal kasus 1965 bagi etnis Cina di Bali, Eve mengatakan bahwa dia membutuhkan waktu yang lebih lama.

"Karena itu sesuatu yang sangat sensitif lagi pada banyak orang yang saya temui. Jadi kalaupun saya mau masuk ke situ, butuh waktu lebih lama. Dan sekarang kami sepakat untuk tidak masuk ke ranah itu dulu," tambahnya.

Pada November 2017 lalu, Yayasan Penelitian Korban 1965 melaporkan temuan sekitar 122 ti tik kuburan massal korban 1965 yang tersebar antara lain di wilayah lain di Jawa Tengah, Banten, Jatim serta Bali.

Akulturasi

Peneliti kemasyarakatan dan kebudayaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) serta pakar Studi China Universitas Indonesia, Thung Ju Lan, mengakui bahwa benar, di satu sisi ada kesamaan antara identitas budaya orang Bali dengan etnis Cina, seperti kesamaan agama leluhur, namun itu bukan satu-satunya yang menentukan.

Persamaan dengan orang Bali, menurutnya, lebih terkait dengan tradisi dan religi.

Hak atas foto Getty Images

"Baik di kalangan orang Cina maupun orang Bali, religi sudah menyatu ke dalam kinship atau klan melalui ritual di pura atau kelenteng. Ketika diperhadapkan dengan agama samawi seperti islam dan kristen tentu saja ukuran religiositasnya berbeda," kata dia.

Di Jawa, dia menambahkan, populasi orang Cina cukup besar apalagi kalau ditambah pendatang dari luar Jawa yg berpindah ke Jawa, selain juga perbedaan agama yang memang cukup besar

"Namun tidak bisa dibilang bahwa tingkat penerimaan terhadap komunitas Cina di Bali itu lebih besar dibanding terhadap komunitas-komunitas Cina di wilayah-wilayah lain di Indonesia. Perbandingannya bukan apple to apple," kata Thung.

  • WNI keturunan Cina bisa 'lebih Indonesia dibanding suku bangsa lain'
  • Tiga 'observasi' dari pidato Anies Baswedan yang mengangkat istilah 'pribumi'

Thung Ju Lan mengingatkan bahwa penerimaan secara kultural terhadap etnis Cina di Pulau Jawa pun ada. "Misalnya di Tangerang dengan budaya Betawi, bahkan budaya Betawi merupakan hasil percampuran Melayu, Arab, Cina dan Eropa, jadi agama tdk selalu penentu, toh Betawi juga islam," kata dia.

Men urut Thung Ju Lan, akulturasi adalah proses yang panjang. "Mulai dari kontak, interaksi, integrasi, baru akulturasi. Tahap akhir baru asimilasi. Bagaimana akan terjadi kalau untuk integrasi dihalangi dengan politik segregasi?"

Politik segregasi sendiri diterapkan oleh pemerintah Belanda melalui kampung-kampung dan hukum adat. "Sayangnya Indonesia melanjutkan sampai sekarang. Belum ada usaha yang sistematis untuk menghapusnya," kata Thung lagi.

Sebelumnya, dalam kuliah bertajuk 'Normalising Chinese Indonesians' yang diselenggarakan dalam rangka Herb Feith Memorial Lecture pada Oktober 2017 lalu, Charles Coppel, seorang associate professor di Universitas Melbourne, mengambil data dari Sensus Penduduk 2010 untuk memberikan gambaran akan 'betapa Indonesianya' WNI keturunan Tionghoa.

Dan menggunakan data tersebut, Coppel mengatakan bahwa, "WNI etnis Tionghoa bisa 'lebih Indonesia dibanding suku bangsa lain' yang ad a di Indonesia."

Sumber: Google News | Berita 24 Bali

thumbnail

Posted by On 05.07

Bali Krisis Listrik, Conservation Indonesia Silakan Jawa Bali Crossing Dibangun

  • 2018 16 Feb Agribisnis | 25 minutes ago

    Kelompok Tani ini Buat Pupuk Organik dari Keong

    Kelompok tani di Kubu Raya dan Ketapang berkomitmen menggunakan keong sebagai bahan baku dalam pembuatan pupuk organik sebagai upaya mendorong restorasi hutan.
  • 2018 16 Feb Niaga & Jasa | 1 hour ago

    BBPLK Bekasi Mendapatkan Tambahan 25 Balai Latihan Kerja

    Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Bekasi mendapat tambahan 25 BLK pada 2018 ini, yang sebelumnya hanya memiliki 4 BLK binaan.
  • 2018 16 Feb Niaga & Jasa | 1 hour ago

    Liburan Imlek: 1.000 Wisatawan Tiongkok Pilih Plesiran ke Bali

    Pesona pariwisata Bali tidak henti-hentinya menarik wisatawan mancanegara. Tak terkecuali saat perayaan Imlek 2018 ini, Pulau Dewata diklaim dibanjiri 1000 wisatawan asal…
  • 2018 16 Feb Niaga & Jasa | 1 hour ago

    Patok Harga Ayam di Bawah Acuan, GOPAN: Tindak Tegas Peternak Besar

    Sekretaris Jenderal Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) Sugeng Wahyudi meminta pemerintah bertindak tegas terhadap peternak ayam skala besar yang menurunkan…
  • 2018 16 Feb Niaga & Jasa | 1 hour ago

    Libur Imlek: 5.000 Wisman Tiongkok Serbu Bintan

    Kementerian Pariwisata mencatat sebanyak 5.000 Wisman asal T iongkok menyerbu Bintan di periode Februari hingga Maret 2018.
  • 2018 16 Feb Energy & Mining | 2 hours ago

    Kementerian ESDM Kembali Salurkan Lampu Tenaga Surya ke Masyarakat Papua

    Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyalurkan sebanyak 29.155 Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) kepada warga Lanny Jaya, Papua.
  • 2018 16 Feb Transportasi & Logistik | 2 hours ago

    GA 115 Palembang-Jakarta Delay 10 Jam, Begini Kronologinya

    PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menjelaskan kronologis kondisi yang menyebabkan pesawat GA 115 rute Palembang Jakarta mengalami keterlambatan penerbangan hingga 10 jam…
  • 2018 16 Feb Transportasi & Logistik | 2 hours ago

    Rel Terendam Banjir 15 centimeter, Perjalanan Kereta Api Jalur Pantura Tersendat

    Perjalanan kereta api jalur Pantura di wilayah Jawa Tengah tersendat akibat banjir yang sempat menggenangi rel setinggi 15 centimeter.
  • 2018 16 Feb Transportasi & Logistik | 2 hours ago

    GA 115 Palembang-Jakarta Terlambat 10 Jam, Garuda Minta Maaf

    PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menyampaikan permohonan maaf kepada penumpang GA 115 rute Palembang Jakarta yang mengalami keterlambatan penerbangan hingga 10 jam 20 menit.
  • 2018 16 Feb Transportasi & Logistik | 2 hours ago

    Libur Imlek, Penumpang Kereta Api Naik 7%

    PT Kereta Api Indonesia (KAI) mempred iksi penjualan tiket kereta pada libur tahun baru Imlek melonjak 7%. Itu Dipicu oleh antusias warga terutama yang berada di kota besar,…
  • 2018 16 Feb Manufaktur | 4 hours ago

    Aturan IMEI Diterapkan, Produsen Ponsel Optimis Tumbuh 10%

    Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI) mendorong anggotanya meningkatkan investasi seiring dengan rencana pemerintah untuk mengurangi peredaran ponsel illegal.
  • 2018 16 Feb Niaga & Jasa | 4 hours ago

    Indonesia Atur Strategi Atasi Regulasi Vietnam Soal Importasi Mobil

    Kementerian Perdagangan tengah menyiapkan strategi atas penerbitan regulasi impor untuk mobil penumpang atau mobil utuh yang diberlakukan Vietnam.
  • 2018 16 Feb Infrastruktur | 5 hours ago

    Selasar BEI Roboh, PII Luncurkan Buku Panduan Infrastruktur

    Peristiwa robohnya selasar Bursa Efek Indonesia (BEI) beberapa waktu lalu memancing Persatuan Insinyur Indonesia (PII) untuk menerbitkan panduan terkait dengan infrastruktur,…
  • 2018 16 Feb Energy & Mining | 6 hours ago

    Praktisi EBT Usulkan Lokasi Parkir Diatapi Solar Panel

    Praktisi Energi Terbarukan (EBT) I Gusti Agung Putradhyana mengusulkan agar pemda memasang panel surya di setiap lokasi perparkiran atau trotoar pejalan kaki guna memulai…
  • 2018 16 Feb Energy & Mining | 7 hours ago

    Sah, PLN Bisa Beli Listrik PLTS Kayubihi Bangli

    Energi yang d ihasilkan oleh PLTS Kayubihi di Kabupaten Bangli sebesar 1 MW akhirnya resmi bisa dibeli oleh PLN, karena sudah ada badan usaha daerah yang mengelolanya.
  • 2018 16 Feb Transportasi & Logistik | 8 hours ago

    Uji Coba Hari Ini, TOD Pintu M1 Bandara Soekarno-Hatta Beroperasi 1 Maret

    Pembangunan proyek kawasan transit terpadu atau transit oriented development (TOD) di Pintu M1 Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang telah rampung.
  • 2018 16 Feb Niaga & Jasa | 9 hours ago

    Roy Raymond, Sosok di Balik Bisnis Seksi Victoria Secret

    Pada pertengahan tahun 1970, seorang MBA dari Standford, Roy Raymond datang ke sebuah toko untuk membelikan lingerie istrinya. hi
  • 2018 16 Feb Telekomunikasi | 11 hours ago

    Layanan CloudMAX Telkomsel Tumbuh 35% Tahun Lalu

    Penggunaan layanan CloudMAX Telkomsel, layanan penyimpanan berbasis cloud, tumbuh 35% di 2017.
  • 2018 16 Feb Telekomunikasi | 11 hours ago

    Validasi IMEI Ponsel Ditarget Rampung April 2018

    Pemerintah bersama operator seluler segera memvalidasi basis data nomor identitas asli ponsel (International Mobile Equipment Identity/IMEI) untuk mencegah peredaran ponsel…
Sumber: Google News | Berita 24 Bali

thumbnail

Posted by On 05.07

Bali Jadi Pintu Masuk Turis Cina ke Indonesia

Bali Jadi Pintu Masuk Turis Cina ke Indonesia Reporter:

Bisnis.com

Editor:

Dewi Rina Cahyani

Jumat, 16 Februari 2018 13:48 WIB
Bali Jadi Pintu Masuk Turis Cina ke Indonesia

Turis Cina menyentuh kulit buaya di Peternakan Buaya Sriracha Crocodile Farm di provinsi Chonburi, Thailand, 20 Juni 2017. Produk kulit buaya yang dijual tas buaya bergaya Birkin dan pakaian kulit buaya. REUTERS/Athit Perawongmetha

TEMPO.CO, Jakarta - Bali diharapkan menjadi pint u masuk kunjungan turis Cina ke destinasi wisata lain di Indonesia. Untuk itu, Kementerian Pariwisata terus mendorong kunjungan wisman asal Cina ke Bali agar mampu memberikan dampak positif bagi daerah wisata lain di Indonesia. Wisman Cina merupakan pasar terbesar yang mengunjungi Indonesia. Selama 2017, tercatat sekitar dua juta wisman Cina mengunjungi Indonesia atau meningkat 36 persen dibanding tahun sebelumnya.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata I Gde Pitana mengatakan Bali memang menjadi daerah tujuan wisata di Indonesia yang paling digemari turis Cina. Sebanyak 70 persen wisman Cina lebih memilih menghabiskan waktu liburannya di Bali ketimbang daerah lain di Indonesia.

Selain karena memang menjadi favorit, Konsulat Jenderal Cina di Bali juga dinilai aktif mempromosikan Pulau Dewata ke masyarakatnya. "Strategi kami untuk menjual Indonesia adalah melalui Bali sebagai gateway sekaligus hub untuk me nuju daerah lain di Indonesia," ucapnya, Kamis, 15 Februari 2018.

Tahun ini, target kunjungan turis Cina ke Indonesia meningkat menjadi tiga juta kedatangan atau tumbuh 40 persen dari tahun sebelumnya. Pitana optimistis target ini bisa dicapai lantaran wisman Cina sangat menyukai pantai dan kondisi ini sangat didukung hampir semua daerah wisata di Indonesia.

Selain itu, mereka dinilai menyukai budaya Indonesia. "Mereka juga suka shopping. Semua itu kita punya, sehingga saya optimistis kita bisa menarik lebih banyak lagi," tuturnya.

Kepala Dinas Pariwisata Bali Anak Agung Gede Yuniartha Putra meyakini kunjungan wisman Cina ke Pulau Dewata bakal meningkat menjadi 1,5 juta kedatangan tahun ini. Angka itu naik 13 persen dibanding realisasi pada 2017.

Pada Januari 2018, tercatat telah ada 13 ribu turis yang mengunjungi Bali per hari melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai. Jumlah ini meningkat menjadi 18 ribu kunjungan turis menjelang peraya an Imlek 2018. "Kami dari industri pariwisata di Bali sudah sangat siap menanti peningkatan kunjungan wisatawan," ujarnya.

Terkait
  • Kota Bandung Macet, Ridwan Kamil Ajak Wisatawan Tak Pakai Mobil

    Kota Bandung Macet, Ridwan Kamil Ajak Wisatawan Tak Pakai Mobil

    3 hari lalu
  • Imlek 2018, Bali Diprediksi Sepi dari Wisatawan Cina

    Imlek 2018, Bali Diprediksi Sepi dari Wisatawan Cina

    3 hari lalu
  • Targetkan 2 Juta Wisatawan, Menpar Benahi Infrastruktur Borobudur

    Targetkan 2 Juta Wisatawan, Menpar Benahi Infrastruktur Borobudur

    4 hari lalu
  • PHRI Promosikan Bali Lewat Wisata Sepeda

    12 hari lalu
  • Rekomendasi
  • Viral, Surat BPOM Larang Pharos Edarkan Albothyl

    Viral, Surat BPOM Larang Pharos Edarkan Albothyl

    1 hari lalu
  • Airport Tax Bandara Soetta Naik, Ini Rinciannya Harganya

    Airport Tax Bandara Soetta Naik, Ini Rinciannya Harganya

    1 hari lalu
  • Jokowi: Indonesia Bisa Menjadi Pemimpin Negara Muslim, Asal...

    Jokowi: Indonesia Bisa Menjadi Pemimpin Negara Muslim, Asal...

    1 hari lalu
  • Jokowi di Ambon, Aliando Demo di Depan Istana Tolak Permenhub 108

    Jokowi di Ambon, Aliando Demo di Depan Istana Tolak Permenhub 108

    2 hari lalu
  • Foto
  • Jelang Imlek, Pedagang Ikan Bandeng Musiman Penuhi Rawa Belong

    Jelang Imlek, Pedagang Ikan Bandeng Musiman Penuhi Rawa Belong

    1 hari lalu
  • Pernak-pernik Unik untuk Rayakan Hari Valentine

    Pernak-pernik Unik untuk Rayakan Hari Valentine

    3 hari lalu
  • Intip Pembuatan Kembang Api di Cina Jelang Tahun Baru Imlek

    Intip Pembuatan Kembang Api di Cina Jelang Tahun Baru Imlek

    4 hari lalu
  • Berburu Rumah Murah di IPEX 2018

    Berburu Rumah Murah di IPEX 2018

    5 hari lalu
  • Video
  • Bongkar Muat Ribuan Ton Beras Vietnam Masuk Gudang Bulog

    Bongkar Muat Ribuan Ton Beras Vietnam Masuk Gudang Bulog

    1 hari lalu
  • Gojek dan Investor Kelas Kakap di Baliknya

    Gojek dan Investor Kelas Kakap di Baliknya

    2 hari lalu
  • Go-Jek Terima Suntikan Dana 2 Triliun dari Astra Internasional

    Go-Jek Terima Suntikan Dana 2 Triliun dari Astra Internasional

    4 hari lalu
  • Begini Sibuknya Pekerja Produksi Kue Keranjang Jelang Imlek

    Begini Sibuknya Pekerja Produksi Kue Keranjang Jelang Imlek

    10 hari lalu
  • terpopuler
  • 1

    Jokowi Kembali Marah Karena Urusan SPJ: Negara Bisa Habis Energi

  • 2

    Libur Imlek 2018, Puncak Kepadatan di Tol Cikampek Malam Ini

  • 3

    BPOM Membekukan Izin Edar Albothyl

  • 4

    Imlek 2018, 78 Ribu Mobil Diprediksi Melintasi Jakarta-Cikampek

  • 5

    Pharos: Albothyl Sudah Beredar di Indonesia Sejak 35 Tahun Lalu

  • Fokus
  • Banjir Jakarta: Normalisasi vs Naturalisasi dan Tawaran Pakar UI

    Banjir Jakarta: Normalisasi vs Naturalisasi dan Tawaran Pakar UI

  • Dalam Setahun KPK Tangkap 8 Kepala Daerah, Korupsi untuk Pilkada?

    Dalam Setahun KPK Tangkap 8 Kepala Daerah, Korupsi untuk Pilkada?

  • Undang-Undang MD3 Akan Digugat ke MK, Ini Sebabnya

    Undang-Undang MD3 Akan Digugat ke MK, Ini Sebabnya

  • Reformasi, Arab Saudi Buka Lowongan Penyidik untuk Perempuan

    Reformasi, Arab Saudi Buka Lowongan P enyidik untuk Perempuan

  • Terkini
  • Tol Cikampek Macet, Contra Flow Diberlakukan 15 Kilometer

    Tol Cikampek Macet, Contra Flow Diberlakukan 15 Kilometer

    1 jam lalu
  • Antisipasi Kepadatan Libur Imlek, Contra Flow di Tol Diberlakukan

    Antisipasi Kepadatan Libur Imlek, Contra Flow di Tol Diberlakukan

    2 jam lalu
  • Libur Imlek, Jumlah Mobil Melintas di GT Cikarang Utama Menurun

    Libur Imlek, Jumlah Mobil Melintas di GT Cikarang Utama Menurun

    2 jam lalu
  • Rayakan Imlek, Lapak E-commerce Ini Banjir Diskon

    Rayakan Imlek, Lapak E-commerce Ini Banjir Diskon

    2 jam lalu
  • Bitcoin Tembus US$ 10 Ribu Setelah Diborong Investor

    Bitcoin Tembus US$ 10 Ribu Setelah Diborong Investor

    5 jam lalu
  • Jokowi Kembali Marah Karena Urusan SPJ: Negara Bisa Habis Energi

    Jokowi Kembali Marah Karena Urusan SPJ: Negara Bisa Habis E nergi

    5 jam lalu
  • Bali Jadi Pintu Masuk Turis Cina ke Indonesia

    Bali Jadi Pintu Masuk Turis Cina ke Indonesia

    6 jam lalu
  • TOD di Bandara Soekarno-Hatta Diuji Coba Hari Ini

    TOD di Bandara Soekarno-Hatta Diuji Coba Hari Ini

    6 jam lalu
  • Asosiasi Desak Pemerintah Optimalkan Digitalisasi Pelabuhan

    Asosiasi Desak Pemerintah Optimalkan Digitalisasi Pelabuhan

    7 jam lalu
  • Pharos: Albothyl Sudah Beredar di Indonesia Sejak 35 Tahun Lalu

    Pharos: Albothyl Sudah Beredar di Indonesia Sejak 35 Tahun Lalu

    7 jam lalu
  • Selengkapnya Grafis

    SpaceX, Falcon Heavy Kirim Mobil Tesla Roadster Milik Elon Musk

    SpaceX milik Elon Musk sukses meluncurkan Falcon Heavy yang membawa Tesla Roadster. Roket itu menjadi kendaraan terkuat yang diluncurkan ke antariksa.

    Sumber: Google News | Berita 24 Bali