GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Gadis 17 Tahun Ketakutan Lihat Gusti Komang Kejang-kejang di Sawah, Tak Lama Meninggal

Gadis 17 Tahun Ketakutan Lihat Gusti Komang Kejang-kejang di Sawah, Tak Lama Meninggal

Gadis 17 Tahun Ketakutan Lihat Gusti Komang Kejang-kejang di Sawah, Tak Lama Meninggal Berdasarkan informasi, peristiwa meninggalnya korban i…

Gadis 17 Tahun Ketakutan Lihat Gusti Komang Kejang-kejang di Sawah, Tak Lama Meninggal

Gadis 17 Tahun Ketakutan Lihat Gusti Komang Kejang-kejang di Sawah, Tak Lama Meninggal

Berdasarkan informasi, peristiwa meninggalnya korban ini pertama kali diketahui oleh Ni Putu Juliantarini (17) dan Ni Putu Eka Pratiwi (10)

Gadis 17 Tahun Ketakutan Lihat Gusti Komang Kejang-kejang di Sawah, Tak Lama MeninggalIstimewaJasad korban meninggal dunia diduga akibat serangan jantung di persawahan Banjar Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, I Gusti Komang Dana (61).

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA- Nasib apes menimpa seorang warga dari Banjar Baler Pasar, Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, I Gusti Komang Dana (61), Minggu (22/10/2017).

Diduga terkena se rangan jantung usai menyabit jerami di persawahan di Banjar Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Komang Dana kemudian ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan luka di bagian pelipisnya.

Berdasarkan informasi, peristiwa meninggalnya korban ini pertama kali diketahui oleh Ni Putu Juliantarini (17) dan Ni Putu Eka Pratiwi (10) yang merupakan warga Banjar Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo sekitar pukul 16.30 WITA.

Saat itu, keduanya yang tengah melintas di lokasi persawahan lalu mendapati korban dalam keadaan tergeletak dengan keadaan tengkurap dan posisi kepala menghadap ke selatan.

Ketika lebih didekati, saat itu korban sempat kejang-kejang dengan kondisi pelipis kiri terdapat luka dan berdarah.

Namun lantaran dselimuti rasa takut, keduanya malah membiarkan korban dengan kondisi kejang-kejang tersebut hingga akhirnya melintas dua warga lainnya yakni; I Putu Mariadi (48) dan Ni Nengah Rami (50) yang juga merupakan warga Desa Penyari ngan, Kecamatan Mendoyo.
Mendapati korban tergeletak dengan kondisi masih kejang-kejang, keduanya dibantu dengan sejumlah warga lainnya kemudian membalikkan tubuh korban dan sempat dievakuasi ke rumah warga setempat.

Namun sayang, korban tak mampu bertahan hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhir ketika dalam perjalanan dievakuasi tersebut.

Peristiwa ini kemudian dilaporkan ke pihak Desa setempat dan diteruskan ke pihak Kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Yusak Agustinus Sooai mengakui adanya persitiwa warga yang meninggal di areal persawahan di Banjar Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo tersebut.

Pihaknnya yang mendapat laporan kemudian melangsungkan olah TKP bersama Tim Medis dari Puskesmas Mendoyo.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban yang diketahui merupakan seorang pensiunan PNS ini.

Diduga, korban meninggal dunia lantaran sempat terserang penyakit jant ung ketika sedang menyabit jerami.

Dugaan ini juga diperkuat dengan keterangan warga setempat yang menyebutkan korban ini sempat menyabit jerami sebelum ditemukan warga di pinggir sawah.

Sedangkan, untuk luka di pelipis kiri korban diduga diakibatkan oleh korban yang sempat terjatuh usai terserang penyakit jantung hingga kepalanya membentur batu.

"Keluarga korban juga sudah mengiklaskan kepergian korban karena dianggap sebagai musbah dan menolak untuk dilakukan autopsi. Saat ini jasad korban dititipkan di RSU Negara karena di rumah korban tengah berlangsung upacara keagamaan," tandas Yusak ketika dikonfirmasi Minggu kemarin. (*)

Penulis: I Gede Jaka Santhosa Editor: Aloisius H Manggol Sumber: Tribun Bali Ikuti kami di Pria Kemayu Hina Jokowi saat Live di Facebook, Pamer Uang dan Hujat Ayu Ting Ting Sumber: Tribun Bali

Tidak ada komentar