GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Upah Jurnalis Femina Group Dicicil, Pertama 50 Persen Lalu Hanya 40 Persen

Upah Jurnalis Femina Group Dicicil, Pertama 50 Persen Lalu Hanya 40 Persen

Upah Jurnalis Femina Group Dicicil, Pertama 50 Persen Lalu Hanya 40 Persen Pemicunya, para jurnalis menerima gaji secara dicicil 50% (setiap tanggal 25) …

Upah Jurnalis Femina Group Dicicil, Pertama 50 Persen Lalu Hanya 40 Persen

Upah Jurnalis Femina Group Dicicil, Pertama 50 Persen Lalu Hanya 40 Persen

Pemicunya, para jurnalis menerima gaji secara dicicil 50% (setiap tanggal 25) dan 50% (setiap tanggal 15) setiap bulannya.

Upah Jurnalis Femina Group Dicicil, Pertama 50 Persen Lalu Hanya 40 PersenKONTAN

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Bisnis media kembali menjadi sorotan seiring terjadinya perselisihan ketenagakerjaan.

Kali ini, perselisihan terjadi antara karyawan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Karyawan Femina Group (FKK-FG) dengan perusahaan media terkemuka nasional Femina Group, yang saat ini sedang menyelenggarakan acara berstandar internasional, Jakarta Fashion Week (JFW).

Berdasarka n keterangan resmi yang diterima Kontan.co.id, perselisihan ketenagakerjaan ini sudah terjadi sejak awal tahun 2016.

Pemicunya, para jurnalis menerima gaji secara dicicil 50% (setiap tanggal 25) dan 50% (setiap tanggal 15) setiap bulannya.

Namun, pada bulan Juni/Juli 2016, karyawan hanya mendapatkan gaji 50% saja, dan pembayaran cicilan sisanya baru dilakukan pertengahan tahun 2017 sebesar 25%, dan kemudian 12,5 %. (Masih tersisa 12.5% hingga saat ini).

"Menghadapi hari raya Iedul Fitri tahun 2017, perusahaan hanya membayarkan 70% Tunjangan Hari Raya. Sejak saat itu, skema pembayaran gaji pada karyawan bisa hanya 10%+10%+20% atau 40% saja, 40%+40% atau 80%, atau skema persentase lain, namun tak pernah mencapai 100% lagi," demikian penjelasan FKK-FG dalam keterangan resminya.

Dijelaskan lebih jauh, pembayaran upah dengan cara dicicil itu berdampak besar pada masalah domestik karyawan.

Misalnya saja, untuk pemenuhan kebutuhan harian, biaya sekolah anak, cicilan, dan sebagainya. Bahkan hanya karena ingin berangkat kerja, salah satu jurnalis ada yang meminjam atau menjual barang-barang di rumah demi mendapatkan ongkos berangkat ke kantor.

Pertemuan antara FKK-FG dengan Femina Group sudah pernah dilakukan. Dalam diskusi antara karyawan dengan pihak manajemen itu, FKK-FG berulangkali menanyakan solusi seperti pensiun dini atau kapan perusahaan bisa menyelesaikan masalah ini.

Namun belum ada jawaban pasti, tegas, dan konkret.

Halaman selanjutnya 12
Editor: Eviera Paramita Sandi Sumber: Tribunnews Ikuti kami di Wanita Berbaju Seksi Joget tak Jelas hingga Bra Berserakan di Ranjang, Dikira Mabuk Ternyata ... Sumber: Tribun Bali

Tidak ada komentar