GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Awalnya Bantu Teman yang Kecelakaan, Kini Yusak Ketagihan

Awalnya Bantu Teman yang Kecelakaan, Kini Yusak Ketagihan

Awalnya Bantu Teman yang Kecelakaan, Kini Yusak Ketagihan Yusak (42) awalnya tidak sengaja donor darah karena ingin membantu temannya yang mengalami kecelakaanMinggu, 5 N…

Awalnya Bantu Teman yang Kecelakaan, Kini Yusak Ketagihan

Awalnya Bantu Teman yang Kecelakaan, Kini Yusak Ketagihan

Yusak (42) awalnya tidak sengaja donor darah karena ingin membantu temannya yang mengalami kecelakaan

Awalnya Bantu Teman yang Kecelakaan, Kini Yusak KetagihanTribun Bali/Kander TurnipDONOR DARAH - Sekretaris PSMTI Bali, Drs Pintono Arief Priyono K (kanan) dan beberapa orang mendonorkan darahnya pada acara donor darah di ROCK Medical Ministry Jalan Antasura, Nangka Utara, Denpasar, Minggu (5/11).

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Yusak (42) awalnya tidak sengaja donor darah karena ingin membantu temannya yang mengalami kecelakaan. Namun tanpa diduganya kini dia ketagihan donor darah.

"Saya pertama kali donor karena ada teman kecelakaan di Surabaya tahun 1994 lalu. Kemudian saya lama nggak donor. Lalu saya pindah ke Bali pada 2001. Begitu awal-awal mau donor lagi, sempat ditolak karena tensi tinggi. Kalau tidak donor 3 sampai 4 periode, tensi saya naik. Makanya sejak itu saya rutin donor dan ketagihan," ujar warga Gunung Catur, Gatsu Barat, Denpasar itu saat ditemui di acara donor darah yang digelar PDDI Unit ROCK Medical Ministry bekerjasama dengan PMI UTD Provinsi Bali, di ROCK Medical Ministry Jalan Antasura, Nangka Utara, Denpasar, Minggu (5/11).

Yusak yang bekerja sebagai agen asuransi tersebut sudah lebih dari 30 kali donor darah. Dia melakukan itu untuk membantu sesama. Menurutnya, ada banyak cara membantu sesama, satu di antaranya adalah dengan donor darah.

Hal senada dikatakan Sheren (30), warga Jalan Wiraraja, Ubung. Ibu dua ini mengaku telah 12 kali mendonorkan darah untuk memberkati orang lain atau membantu sesama.

Sekretaris Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indones ia (PSMTI) Bali, Drs Pintono Arief Priyono K juga tampak mendonorkan darahnya. Pintono yang juga owner dan Ketua Yayasan Pelita Bangsa itu mendonorkan darah bersama istrinya Fenny Christianti.

"Ini donor darah saya yang kesebelas. Saya senang karena bisa membantu sesama. Tapi sayangnya istri saya tidak bisa donor karena kadar hemoglobin (Hb) rendah. Mungkin karena dia tidurnya sudah jam 3an subuh," kata Pintono yang juga Wakil Sekjen Perhimpunan Pengusaha Indonesia Tionghoa (Perpit) Bali Nusra ini.

Panitia Acara Donor, Pdp Lukas Bundi mengatakan, dari 222 orang yang mendaftar, hanya 179 peserta yang berhasil disadap darahnya, sedangkan 43 peserta gagal karena alasan kesehatan. Menurut Lukas, pihaknya rutin menggelar donor darah tiga bulan sekali. (nip)

Penuli s: Kander Turnip Editor: Aloisius H Manggol Sumber: Tribun Bali Ikuti kami di Beredar Rekaman 2 Guru di Jambi Berbuat Mesum di Ruang Kelas, Masing-masing Sudah Berkeluarga Sumber: Tribun Bali

Tidak ada komentar