GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Cerita Pemain Asal Bali saat Gunung Agung Meletus

Cerita Pemain Asal Bali saat Gunung Agung Meletus

Bola.com, Gianyar - Gunung Agung yang berlokasi di Kabupaten Karangasem, Bali, meletus pada Selasa (21/11/2017) sore. Gunung tertinggi di Pulau Bali itu sudah beberapa bulan terakh…

Cerita Pemain Asal Bali saat Gunung Agung Meletus

Bola.com, Gianyar - Gunung Agung yang berlokasi di Kabupaten Karangasem, Bali, meletus pada Selasa (21/11/2017) sore. Gunung tertinggi di Pulau Bali itu sudah beberapa bulan terakhir bergejolak. Untungnya, letusan yang terjadi kemarin tidak terlalu dahsyat sehingga dampaknya tidak terlalu luas.

Tim Bali United yang bermarkas di sana bersyukur letusannya tidak memakan korban. Berbeda dengan letusan puluhan tahun silam. "Astungkara, tidak ada dampak yang buruk. Kami semua sehat," kata kiper Bali United, I Made Kadek Wardana.

  • Gunung Agung Meletus, Kiper Persib Kirim Doa untuk Warga Bali
  • Bali United Kirim Doa untuk Korban Gunung Agung
  • VIDEO Highlights Liga Champions, Sevilla Vs Liverpool 3-3

Saat ini tim Bali United sudah meliburkan pemain setelah kompetisi Liga 1 2017 berakhir sehingga hanya pemain dan pelatih lokal yang kin i berada di Bali.

Kebetulan Kadek berdomisili di Ubud. Jadi, tempat tinggalnya tidak sampai terkena imbas. Begitu juga dengan asisten pelatih Bali United, I Made Pasek Wijaya. Dia tinggal di Denpasar bersama puteranya yang juga pemain Bali United, I Made Andhika Wijaya.

"Kami juga tidak kena imbas. Meski, sempat kaget waktu pertama dengar kabar dari orang-orang kalau Gunung Agung meletus. Kebetulan waktu itu sedang santai di rumah," kata Pasek Wijaya.

Pasek sempat khawatir karena dia punya keluarga besar di Karangasem. Kecamatan yang sama dengan lokasi Gunung Agung.

"Saya lahir di Karangasem. Di sana masih ada keluarga kandung. Tapi, sudah komunikasi tidak kena imbas. Meski satu kecamatan, lokasi saudara saya agak jauh sedikit. Semoga tidak ada letusan susunan," harapnya.

Pasek melanjutkan jika masih trauma dengan cerita dari orangtuanya ketika Gunung Agung meletus di tahun 1964. Waktu itu siang hari baga ikan malam karena awan tertutup dengan abu vulkanik. "Saya dengar cerita dari orangtua saja merinding. Semoga tidak ada lagi kejadian seperti itu," ujarnya.

Sejak dua bulan terakhir, Gunung Agung sempat mencapai status awas. Pemain Bali United juga ikut waswas karena waktu itu kompetisi masih berjalan dan bersaing jadi juara.

Jika Gunung Agung meletus waktu itu, Bali United bisa saja harus mengungsikan pertandingan kandang karena ada kekhawatiran bandara Ngurah Rai, Denpasar, akan ditutup.

Sumber: Google News | Berita 24 Bali

Tidak ada komentar