GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Jadi Tuan Rumah AFI, Pelaku Film Ternama Gelar Berbagai Aksi di Banyuwangi

Jadi Tuan Rumah AFI, Pelaku Film Ternama Gelar Berbagai Aksi di Banyuwangi

Berita Banyuwangi Jadi Tuan Rumah AFI, Pelaku Film Ternama Gelar Berbagai Aksi di Banyuwangi AFI merupakan ajang perfilman yang digelar Pusat …

Jadi Tuan Rumah AFI, Pelaku Film Ternama Gelar Berbagai Aksi di Banyuwangi

Berita Banyuwangi

Jadi Tuan Rumah AFI, Pelaku Film Ternama Gelar Berbagai Aksi di Banyuwangi

AFI merupakan ajang perfilman yang digelar Pusat Pengembangan (Pusbang) Perfilman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Jadi Tuan Rumah AFI, Pelaku Film Ternama Gelar Berbagai Aksi di BanyuwangiSuryaKarsono Hadi (jaket hitam), Bupati Anas (batik merah), Tio Pakusadewo (batik abu2), Sanggupri (baju putih) saat hadir dalam Workshop penulisan dan penyutradaan film pendek di Hotel Santika, Jumat (3/11)

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI- Perhelatan besar Apresiasi Film Indonesia (AFI) 2017 akan dipusatkan di Banyuwangi pada November ini.

Ada beragam kegiatan AFI ya ng akan berlangsung sepanjang bulan ini. Mulai workshop penulisan dan penyutradaan film pendek, workshop kuratorial pemutaran film, workshop penggunaan film dalam pendidikan, kuliah umum perfilman hingga pemutaran film pendek serentak di lima kecamatan selama tiga hari.

AFI merupakan ajang perfilman yang digelar Pusat Pengembangan (Pusbang) Perfilman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kepala Bidang Apresiasi dan Tenaga Perfilman, Pusbang Perfilman, M. Sanggupri mengatakan AFI di Banyuwangi ini berbeda dengan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya.

Jika tahun-tahun sebelumnya, AFI dilaksanakan dengan memberikan penghargaan bagi aktor maupun pegiat perfilman, kini konsepnya dirubah. AFI tahun ini lebih banyak menitikberatkan pada proses edukasi film. Caranya dengan menggelar seminar, diskusi, kuliah umum hingga workshop perfilman.

“Karena ada kemiripan antara AFI yang lalu dengan ajang festival film Indonesia (FFI). Kita ingin tidak lagi demikian, AFI sek arang digelar dengan banyak rangkaiannya dan menitikberatkan film sebagai bagian dari edukasi kepada rakyat Indonesia. Sengaja digelar di Banyuwangi sebagai apresiasi kami pada daerah yang begitu banyak prestasinya ini,” kata Sanggupri, Jumat (3/11).

Aktor senior Slamet Raharjo yang terlibat dalam pelaksanaan AFI ini menjelaskan bahwa ajang AFI ini adalah sarana edukasi yang tujuannya untuk melahirkan ide-ide dan bibit-bibit baru perfilman yang tersebar di tanah air. Sebagai sarana edukasi, maka proses pembelajarannya membutuhkan waktu panjang.

“Karena ini pembelajaran, maka ada banyak proses yang harus dilalui. Untuk itu, AFI ini tidak hanya berhenti pada satu even, namun kami menggelar rangkaian kegiatan untuk merangsang ide para sineas baru ini. Lewat berbagai workshop dan diskusi yang diadakan, diharapkan akan memperkaya wawasan mereka agar mereka bisa menghasilkan karya yang bermutu,” jelas Slamet.

Selama bulan November ini setidaknya ada enam aktivi tas yang dilakukan AFI. Diawali dengan workshop penulisan dan penyutradaan film pendek selama tiga hari (1-3 November).

“Ini diikuti 40 peserta dari seluruh daerah di Indonesia, yang mentornya Irfan Ramli penulis naskah Surat dari Praha, hingga Tyo Pakusadewo. Selanjutnya mereka akan kami minta membuat proposal pembuatan film. Lalu akan dipilih yang terbaik, bila memungkinkan akan dibiayai proyek filmnya,” jelas Slamet.

Halaman selanjutnya 12
Editor: Aloisius H Manggol Sumber: Surya Ikuti kami di Kesaksian Pelanggan Alexis: Lantai 1 Disebut Foreplay hingga Cara Kerja Mami Tawarkan "Perempuan" Sumber: Tribun Bali

Tidak ada komentar