GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Wow, Tanam Sekali, Petani Buleleng Bisa Panen Berkali-kali

Wow, Tanam Sekali, Petani Buleleng Bisa Panen Berkali-kali

jpnn.com, BULELENG - Kelompok tani Subak Bukit Telu, Desa Bengkel, Busungbiu, Buleleng, Bali menggelar panen raya. Petani di sini sukses menerapkan teknologi Salibu, yaitu…

Wow, Tanam Sekali, Petani Buleleng Bisa Panen Berkali-kali

Wow, Tanam Sekali, Petani Buleleng Bisa Panen Berkali-kali - JPNN.COM

jpnn.com, BULELENG - Kelompok tani Subak Bukit Telu, Desa Bengkel, Busungbiu, Buleleng, Bali menggelar panen raya. Petani di sini sukses menerapkan teknologi Salibu, yaitu sistem tanam padi sekali dengan panen berkali-kali dari bibit yang sama.

Panen Raya yang dihadiri lebih dari 150 undangan ini berlangsung meriah.

Tampak hadir, Kepala Dinas Pertanian Buleleng, I Nyoman Swatantra, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan Lawang Malang Kresno Suharto, Kepala Bidang Produksi Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali I Wayan Sunarta, dan Kepala Balai Pengkajian Teknologi pertanian (BPTP) B ali.

Selain itu, hadir juga Kapolsek Busungbiu, Camat Busungbiu, Dandim 1609 Buleleng, Danramil Busungbiu, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), Petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) serta ratusan petani yang penasaran ingin melihat hasil panen dari teknologi Salibu ini.

"Teknologi Salibu yang baru pertama kali diterapkan di Buleleng ini merupakan program pemerintah yang berasal dari APBN 2017. Tujuannya meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) padi," ujar I Wayan Sunarta.

Para petani ini menggunakan paket lengkap teknologi Salibu dari PT Prima Agro Tech yang berlandaskan agro-biotechnology untuk setiap produknya. Adapun paket produk yang digunakan dalah Decohumat, Oriza Plus, Metarizep, BT Plus, Kalsika, dan Humatop.

"Teknik ini diterapkan sebagai usaha inovasi peningkatan kebutuhan beras dan usaha mencapai swasembada pangan," kata I Wayan Sunarta.

Kendati cuaca mendung dan gerimis sempat mengguyur lokasi, namun tidak meny urutkan antusiasme dari seluruh undangan untuk tetap bertahan di lokasi kegiatan. Acara dimulai dengan pemotongan padi secara simbolis oleh Kepala Dinas Buleleng bersama 9 orang perwakilan dari 10 instansi.

  • 1
  • 2
  • 3
  • Next
Berita Terkait
  • Voter Kongres PSSI Berang Minta KONI Nyanyi Indonesia Raya
  • Tiada Hari Tanpa Panen di Yogyakarta
  • Grobogan Pertama Kali Panen Padi Bulan Ini
  • Hasil Kajian Pemindahan Ibu Kota Sudah Sampai di Pak Jokowi
  • Yogyakarta Dipastikan Akan Panen Padi Setiap Hari
  • Tiap Hari Panen Padi, Pandeglang Lumbung Pangan Banten
Sumber: JPNN Bali

Tidak ada komentar