GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Ilija Spasojevic: Persaingan Musim Ini Lebih Sulit Dari Musim Lalu

Ilija Spasojevic: Persaingan Musim Ini Lebih Sulit Dari Musim Lalu

03:16 Goal / Abi Yazid Spaso pun menuturkan tak mengutamakan gelar topskor dan fokus untuk membawa Bali United juara. OLEH MUHAMAD RAIS AD…

Ilija Spasojevic: Persaingan Musim Ini Lebih Sulit Dari Musim Lalu

Ilija Spasojevic - Bali United & Tampines Rovers Goal / Abi Yazid Spaso pun menuturkan tak mengutamakan gelar topskor dan fokus untuk membawa Bali United juara. OLEH MUHAMAD RAIS ADNAN

Striker Bali United, Ilija Spasojevic, memiliki prediksi tersendiri terkait persaingan juara di Liga 1 2018. Menurutnya, pada musim ini klub-klub yang berpartisipasi memiliki kualitas yang bagus dan merata.

Sehingga cukup sulit untuk melihat siapa yang bakal menjadi calon kuat juara kompetisi kasta tertinggi di Tanah Air itu. "Banyak tim bagus tahun ini, jadi tahun ini jauh lebih sulit dari musim 2017. Tim yang kuat tahun kemarin tetap kuat tahun ini, dan tim yang mungkin belum kuat tahun kemarin, tahun ini menjadi kuat. Jadi banyak kandidat juara," kata Spaso, saat diwawancarai secara khusus oleh Goal Indonesia.

"Saya tak ingin menyebutkan beberapa tim, karena tidak etis menurut saya. Tapi menurut saya, ada tujuh sampai delapan tim yang bisa bersaing menjadi juara," tambah pemain naturalisasi berdarah Montenegro itu.

Terkait

  • WAWANCARA EKSKLUSIF - Ilija Spasojevic: Masa Depan Bali United Sangat Cerah
  • Kiper PSMS Medan Ambisi Bikin Bali United Majal
  • PREVIEW Liga 1 2018: Bali United â€" PSMS Medan

Lebih lanjut, eks striker Persib Bandung ini juga tak terlalu mengutamakan untuk mengejar gelar topskor. Itu karena dia lebih mengutamakan target tim.

"Tentu saja sebagai striker saya ingin cetak banyak gol, tapi yang paling utama adalah Bali United meraih gelar pertama. Itu kenapa s aya pindah dari Bhayangkara ke Bali United. Ini adalah tim yang belum pernah dapat juara, jadi itu tantangan buat saya untuk membantu Bali United meraih gelar juara dan itu target utama saya," tegas pemain yang ikut membawa Bhayangkara FC juara Liga 1 2017 itu.

Di samping itu, striker berusia 30 tahun tersebut juga tak sepakat dengan adanya anggapan striker lokal kurang bisa bersaing. Menurutnya, Indonesia memiliki stok striker yang berkualitas.

"Ada banyak striker bagus yang bisa saya sebut beberapa seperti Boaz Solossa, kemudian ada Bepe (Bambang Pamungkas), walau tidak muda lagi tapi masih bagus. Ada yang baru seperti Lerby Eliandry, Ferdinand Sinaga, Samsul Arif, untuk pemain muda ada Muhammad Rafli (Mursalim, striker timnas Indonesia U-19), Zico (Sutan Diego Zico, striker timnas Indonesia U-16)," tuturnya.

Hanya saja, dia mengakui memang dalam beberapa tahun terakhir banyak tim di Liga 1 menggunakan striker murni dan yang diandalkan untuk itu adalah striker asing. Itu yang membuat striker lokal kurang dalam menit bermain.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

"Striker Indonesia mungkin lebih cocok di sayap, jadi kita ada beberapa striker Indonesia yang luar biasa di sayap. Tapi saya dukung ada striker murni dari Indonesia seperti Lerby, Rafli, dan saya ikuti perkembangan Zico yang di timnas U-16. Ada juga Hanis Saghara, dia bukan striker murni tapi sayap," lanjutnya.
"Mungkin juga dari segi badan dan fisik karena biasanya pemain yang menjadi striker murni adalah pemain yang tinggi dan berat. Kita tahu pemain Indonesia mungkin tidak terlalu tinggi, tapi lebih cepat dan lebih teknik sehingga lebih cocok di sayap," pungkas mantan pemain Dinamo Tbilisi ini.

LIMA ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Lionel Messi Tak Terbendung, Barcelona Juara Liga Champions
2. Diwarnai Dua Penalti, Pe rsib Bandung Tekuk Arema FC
3. Cristiano Ronaldo: Tak Seorang Pun Setara Dengan Saya
4. Bali United Resmi Depak Kevin Brands
5. Sorot Sepekan (12-18 Maret): Parade Quat-Trick Bintang Eropa
Sumber: Google News | Berita 24 Bali

Tidak ada komentar