GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Kemenkeu Bawa 11 Daerah Se-Indonesia Kolaborasi dengan Banyuwangi

Kemenkeu Bawa 11 Daerah Se-Indonesia Kolaborasi dengan Banyuwangi

Kemenkeu Bawa 11 Daerah Se-Indonesia Kolaborasi dengan Banyuwangi DJPK Kementerian Keuangan, mengajak 33 pejabat perencanaan dan keuangan, dari sebelas daerah se-…

Kemenkeu Bawa 11 Daerah Se-Indonesia Kolaborasi dengan Banyuwangi

Kemenkeu Bawa 11 Daerah Se-Indonesia Kolaborasi dengan Banyuwangi

DJPK Kementerian Keuangan, mengajak 33 pejabat perencanaan dan keuangan, dari sebelas daerah se-Indonesia melihat pengelolaan keuangan Banyuwangi

Kemenkeu Bawa 11 Daerah Se-Indonesia Kolaborasi dengan BanyuwangiSurya/IstimewaRombongan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan mengajak 33 pejabat perencanaan dan keuangan, dari sebelas daerah se-Indonesia untuk melihat pengelolaan keuangan di Kabupaten Banyuwangi.

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan, mengajak 33 pejabat perencanaan dan keuangan, dari seb elas daerah se-Indonesia untuk melihat pengelolaan keuangan di Kabupaten Banyuwangi.

Daerah-daerah tersebut membangun kolaborasi dengan Banyuwangi.

Sebelas daerah tersebut berasal dari sembilan kabupaten, satu kota, dan satu provinsi.

Yakni Kabupaten Aceh Besar Provinsi Aceh, Agam Provinsi Sumatera Barat, Lampung Tengah Provinsi Lampung, Nias Selatan Provinsi Sumatera Utara, Pangandaran Provinsi Jawa Barat, Rokanhilir Provinsi Riau, Barito Selatan Provinsi Kalimantan Tengah, Sabu Raijua Provinsi Nusa Tenggara Timur, serta Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Selain juga, Kota Payakumbuh Provinsi Sumatera Barat, dan Provinsi Bangka Belitung.

“Kami membawa daerah-daerah ke Banyuwangi melihat pengelolaan keuangan. Mulai aspek pendapatan, perencanaan, penganggaran, hingga optimalisasi program. Termasuk aplikasi-aplikasi yang sudah sangat advance seperti e-planning, e-village budgeting, e-monitoring system,” kata Dr Sugiarto dari DJPK Kemenkeu yang juga ketua rombongan ini.

Menurut Sugiarto, pengelolaan keuangan di Banyuwangi telah terintegrasi dengan baik dalam sebuah sistem informasi perencanaan keuangan daerah.

"Sistem ini bisa mengontrol perencanaan program kegiatan hingga pelaksanaannya, sehingga pengelolaan keuangannya sangat transparan," kata Sugiarto.

Selain belajar tentang pengelolaan keuangan, lanjut dia, mereka diajak belajar tentang inovasi pelayanan publik yang ada di Banyuwangi.

Khususnya, tentang inovasi pengembangan potensi ekonomi daerah.

Halaman selanjutnya 12
Editor: Irma Budiarti Sumber: Surya Ikuti kami di Anaknya Viral dan Ditangkap Polisi karena Curi Uang di ATM, Sang Ibu Buat Pengakuan Mengejutkan Sum ber: Google News | Berita 24 Bali

Tidak ada komentar