www.AlvinAdam.com

Berita 24 Bali

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Frame A Trip : Bali Lebih Instagramable dari Paris

Posted by On 21.17

Frame A Trip : Bali Lebih Instagramable dari Paris

Frame A Trip : Bali Lebih Instagramable dari Paris Kamis, 28 Desember 2017 | 11:09 Share this post :

INDOPOS.CO.ID - Bali spot favorit para generasi milenial eksis di media sosial (medsos). Lebih instagramable, eksotisnya Pulau Dewata mengalahkan pesona banyak kota besar dunia di tahun 2017.

Mengacu data Frame A Trip, Bali menduduki peringkat pertama spot untuk berfoto. Pulau Dewata pun dinilai generasi milenial lebih favorit dari Paris (Prancis), Tokyo (Jepang), London (Inggris), dan Kyoto (Jepang).

“Bali yang teratas dari sekian banyak spot favorit di dunia. Bali menjadi destinasi yang paling digemari untuk tujuan berfoto saat liburan. Foto itu pun lalu diunggah di medsos dan berharap dapat banyak like,” ungkap Pendiri Frame A Trip, Dian Sastrowardoyo.

Jumlah like pun bisa diasumsikan sebagai mata uang sosial. Oleh generasi milenial yang dominan 50%, banyaknya like juga jadi definisi status pergaulan mereka di medsos. Wajar bila para milenial berlomba memajang foto terbaiknya. Dian yang juga publik figur menambahkan, Indonesia jadi spot prioritas dari layanan holiday photography di sepanjang tahun 2017 ini. Indonesia dianggap lebih keren dari Jepang, Prancis, Inggris, apalagi Singapura.

“Sebanyak 71% perjalanan liburan kebanyakan ke Asia, seperti Indonesia, Jepang, dan Singapura. Asia memang dominan sebagai destinasi paling digemari untuk berfoto sambil liburan. Lebih spesifik lagi, mereka memang lebih memilih Bali dari kota lainnya di Asia,” lanjut Dian.

Dian yang memerankan Cinta dalam Film AADC (Ada Apa Dengan Cinta) juga menuturkan, milenial 88% memilih outdoor sebagai spot favorit untuk berfoto. Biar terlihat gaul, 68% dari mereka pilih kota sebagai background. Aksi dan pose me reka 90% dihabiskan di landmark kota, lalu sisanya di taman. Selain kota, milenial tetap melirik alam dengan prosentase 32%. Berada di alam, pantai dipilih sebagai favorit (83%). Prosentase sisanya tersebar merata di dataran tinggi, danau, dataran rendah, juga hutan.

“Milenial lebih suka berpose di luar ruangan, terutama di landmark-landmark kota destinasi. Mengacu fakta ini, wajar kalau milenial lebih menyukai Bali. Sebab, Bali banyak memiliki landmark yang keren-keren. Semua spot ada di sana, sangat lengkap. Pilihannya juga banyak, mulai dari suasana kota sampai pantai yang bagus-bagus. Mereka bisa berpose dengan bebas di sana,” tutur Dian lagi.

Beragam pose unik dilakukkan para milenal agar mendapat banyak simpati. Bila dikelompokan, mereka 79% memilih pose tanpa memeluk. Dari prosentase tersebut, mayoritas memilih free style (35%), kontak tangan (33%), dan merangkul pasangan (32%). Dian menjelaskan, para milenial juga tidak ribet dalam hal pemilikan kostu m juga tata riasan wajah. Para pengguna Frame A Trip ternyata lebih suka berfoto dengan menggunakan pakaian casual (85%). Terkesan santai, mereka juga memakai makeup tipis (69%).

“Para milenial mungkin menyukai sesuatu yang simpel, tapi mengena. Mereka lebih suka tampil casual dengan makeup tipis. Mungkin agar terlihat tetap fresh di kamera. Memang, dari mayoritas pengguna Frame A Trip, mayoritas wanita. Jumlahnya sampai 86%. Khusus untuk pakaian, sebenarnya mereka ada juga yang suka bereksperimen,” jelas Dian.

Menegaskan pose dilakukan di destinasi favorit, para milenial juga memilih baju tradisional. Jumlahnya cukup lumayan, yaitu 11%. Menggunakan Bali sebagai spot, mereka tentu sangat mudah mendapatkan kostum tradisional khas Pulau Dewata. Sebab, banyak tempat yang menyediakan jasa sewa baju adat khas Bali. Lalau, bagaimana kalau generasi milenial ingin memilikinya? Beragam busana tradisional itu juga banyak dijual di Bali. Harganya juga sangat friendly.< /p>

“Baju tradisional semakin menguatkan image mareka. Nuansanya menjadi semakin kental. Sebenarnya ada juga yang memilih berpakaian formal. Jumlahnya kecil, hanya 4% saja. Dari berbagai fakta tersebut, berlibur juga sebenarnya sudah menjadi tren bagi keluarga milenial Indonesia. Itu sebabnya bisnis di sektor yang fokus di arena liburan seperti ini sangat menjanjikan,” kata Dian.

Dari sebaran penggunanya, layanan holiday photography sebanyak 67% digunakan oleh keluarga. Dari angka tersebut, mayoritas 77% adalah foto keluarga bersama dengan anak-anaknya. Selain dikonsumsi oleh keluarga, jasa ini juga digunakan untuk berfoto bersama rekan-rekannya (17%). Sebanyak 13% itu digunakan untuk berfoto bersama pasangan, lalu 3% foto sendiri. “Indonesia, khususnya Bali, memang banyak memiliki spot bagus untuk berfoto. Di sini nuansanya lebih indah,” tegas Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata (Kemenpar) Nusantara Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuti.

Nu santara menyediakan banyak spot untuk mengakomodir kebutuhan para milenial. Kemenpar bahkan sudah menyiapkan konsep destinasi digital untuk wisatawan yang gemar swafoto. Konsep destinasi ini bisa dilihat di Pasar Karetan (Semarang), Pasar Pancingan (Lombok), Pasar Mangrove (Batam), Pasar Siti Nurbaya (Padang), Pasar Baba Boentjit (Palembang), Pasar Tahura (Lampung) juga Pasar Kaki Langit di Jogjakarta. Bukan hanya background yang instagramable, jaringan koneksi internetnya pun bagus.

“Bali atau Indonesia lebih dipilih untuk destinasi foto tentu bagus untuk semua elemen. Pemerintah pun terus menyiapkan beragam sana pendukungnya. Kan tempatnya bukan hanya instagramable, tapi soal internet juga harus ditingkatkan kemampuannya. Jadi para milenial ini bisa langsung memposting foto-fotonya saat berada di suatu destinasi. Kalau puas, mereka pasti akan kembali lagi,” terang Menteri Pariwisata Arief Yahya. (ags/lis)

Kembali Kemenpar 300 x 250e-PermormanceLPSEPPIDJDIHN

Tweets by KemenparekrafSumber: Google News | Berita 24 Bali

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »