www.AlvinAdam.com

Berita 24 Bali

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Bagaimana Persija Membuat Bali United Tidak Berkutik di Final Piala Presiden 2018

Posted by On 07.11

Bagaimana Persija Membuat Bali United Tidak Berkutik di Final Piala Presiden 2018

We are part of The Trust Project What is it?

Pra-musim 2018 berjalan baik untuk Persija Jakarta. Usai menjuarai Boost Sports Super Fix Cup 2018 yang berlangsung di Malaysia, Persija juga sukses menjuarai turnamen Piala Presiden 2018 yang laga puncaknya berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Lawan Persija adalah Bali United yang seakan berjodoh dengan Macan Kemayoran tahun ini. Tidak hanya sama-sama mewakili nama Indonesia di ajang Piala AFC, kedua tim juga telah terlebih dahulu bertemu di fase grup. Saat itu, Persija kalah 2-3 dari Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta.

Situasi kemudian berubah 180 derajat saat keduanya bentrok di laga pamungkas. Sebanyak kurang lebih 68.000 penonton yang memadati SUGBK, menyaksikan langsung pertandingan seru yang berlangsung intens dan ketat selama 90 menit. Kedua tim relatif imbang dan sama kuat.

Persija sedikit unggul penguasaan bola sebanyak 51 berbanding 49 persen milik Bali United. Mereka juga lebih rajin melepaskan tendangan tepat sasaran sebanyak delapan kali berbanding tiga milik Bali United, di mana tiga di antaranya bersarang ke gawang Wawan Hendrawan. Namun, ada perbedaan mencolok yang memisahkan kedua tim, yaitu kolektivitas bermain dan koordinasi lini belakang Persija yang tidak dimiliki Bali United.

Detail kecil dapat memengaruhi pertandingan, dan itu terlihat jelas dalam pertandingan semalam, ketika Persija menerapkan anti-taktik Bali United yang doyan menguasai bola dengan mengeksploitasi celah di lini belakang skuat asuhan Hans-Peter Schaller. Persija juga sangat kompak bermain dari lini belakang hingga ke depan.

Serangan dari sisi sayap menjadi kekuatan utama Persija, melalui pergerakan dinamis Novri Setiawan dan Riko Simanjuntak. Begitu juga tiga pemain tengah Persija, Sandi Sute, Rohit Chan d, dan Ramdani Lestaluhu, yang rajin bergerak di lini kedua untuk membatasi pergerakan lini tengah Bali United yang dimotori Stefano Lilipaly.

Rapat di lini bertahan dan menyulitkan lini tengah Bali United berkreasi, Persija pun "memaksa" Bali United bermain dengan mengikuti strategi bermain mereka. Ilija Spasojevic, striker Bali United, terisolasi di lini depan dan kesulitan lepas dari marking Jaimerson Xavier dan Maman Abdurrahman.

Di babak pertama, Spaso hanya menerima satu operan dan hanya sekali melepaskan tembakkan, itu juga mengenai pemain lawan. Lebih lanjut, dari data yang dicantumkan Labbola, striker naturalisasi Indonesia itu juga cuma menerima lima operan dari rekan setimnya. Spaso benar-benar kalah kelas dibanding top skorer Piala Presiden 2018, Marko Simic, semalam.

Faktor Pembeda Itu Bernama Marko Simic

Striker asal Kroasia itu menyabet langsung dua penghargaan individu terbaik di Piala Presiden 2018: gelar top skorer dan pemain terbaik turnamen. Tidak sia-sia Persija memboyongnya dari Melaka United.

Simic menjadi salah satu pembeda pertarungan Bali United dengan Persija semalam. Ketika Spaso tidak berkutik, Simic justru memanfaatkan dua celah di lini belakang Bali United untuk mencetak gol. Simic memiliki penempatan posisi yang bagus dan insting gol tinggi, ketika mengonversi umpan lambung rekan setimnya menjadi gol: satu dari tandukkan kepala dan satunya lagi via tendangan salto ala Widodo Cahyono Putro, legenda sepak bola Indonesia yang menjadi pelatih Bali United.

Pages

  • 1
  • 2
  • 3
  • next ›
  • last »
Topics Persija, Bali United, IndonesiaSumber: Google News | Berita 24 Bali

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »