www.AlvinAdam.com

Berita 24 Bali

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

WAWANCARA EKSKLUSIF - Ilija Spasojevic: Masa Depan Bali United Sangat Cerah

Posted by On 22.16

WAWANCARA EKSKLUSIF - Ilija Spasojevic: Masa Depan Bali United Sangat Cerah

Toyota - Ilija Spasojevic Goal Spaso juga mengungkapkan pindah ke Bhayangkara pada musim lalu adalah salah satu keputusan terbaik dalam kariernya. OLEH MUHAMAD RAIS ADNAN

Penyerang Ilija Spasojevic menjadi fenomena bagi persepakbolaan Indonesia. Tiba di Indonesia pada 2010, tujuh tahun berselang dia sudah mendapatkan paspor Warga Negara Indonesia (WNI). Paspor itu tak terlepas dari prestasinya di sepakbola.

Pemain berdarah Montenegro tersebut memang menjadi salah satu striker asing yang tajam di pentas sepakbola Indonesia. Memang, dia baru bisa meraih gelar perdananya di Indonesia ketika memperkuat Pers ib Bandung pada 2015.

Meski gelar tersebut adalah dari turnamen pramusim Piala Presiden, tapi hal tersebut sangat berkesan baginya. Setelah itu, dia memutuskan hengkang ke klub Malaysia, Melaka United, lantaran kompetisi resmi sepakbola Indonesia vakum karena sanksi suspensi FIFA.

Terkait

  • Hari Raya Nyepi Jadi Momentum Ilija Spasojevic Mengenal Budaya Bali
  • Reinaldo Lobo Yakin Bisa Hentikan Ilija Spasojevic
  • GOAL 25 2017: #2 Ilija Spasojevic

Bersama Melaka United, Spaso menjelma menjadi topskor dan mengantarkan klub tersebut menjuarai Malaysia Premier League (kompetisi kasta kedua di Liga Malaysia) pada 2016. Selanjutnya, perjalanan karier penyerang berusia 30 tahun itu semakin mengilap.

Itu terjadi setelah dia memilih untuk memperkuat Bhayangkara FC pada putaran kedua Liga 1 2017. Di klub barunya itu, dia langsung merasakan gelar juara Liga 1 untuk pertama kalinya, serta berhasil menyumbangkan 12 gol.

Sebuah torehan positif, yang membuatnya lebih mudah untuk mendapatkan paspor WNI. Kepada Goal Indonesia, mantan penggawa Dinamo Tbilisi ini bercerita alasannya memilih untuk menjadi WNI, serta pandangannya terhadap masa depan Bali United, klub yang diperkuatnya saat ini. Berikut petikan wawancaranya:


Bisa ceritakan awal Anda tertarik bermain di Indonesia hingga akhirnya memutuskan untuk jadi WNI?

Saya datang sebenarnya pada akhir 2010, baru pada 2011 main di kompetisi (bersama Bali Devata). Jadi sudah tujuh tahun saya di sini. Kenapa saya tertarik menjadi WNI? Itu karena saya cinta Indonesia, tapi itu tidak terjadi langsung atau instan jadi itu bertahap. Jadi awalnya saya merasa nyaman, saya sangat suka orang ramai di sini, tentu saja juga karena bermain sepakbola.

Kemudian saya bertemu istri saya yang asli orang Indonesia, semua itu terjadi bertahap. Begitu kami menikah, dua anak saya lahir di sini, saya sudah merasa sangat nyaman seperti di rumah sendiri. Kecintaan saya terhadap Indonesia bertambah, tentu saja karena faktor keluarga, karena anak dan istri saya Warga Negara Indonesia dan saya juga ingin jadi WNI. Ini satu keputusan yang membuat saya sangat bangga untuk menjadi orang Indonesia.

Mana keputusan terbaik menurut Anda, pindah ke Bhayangkara paruh musim lalu atau dapat paspor Indonesia?

Pindah ke Bhayangkara itu salah satu keputusan terbaik di karier saya, karena keputusan itu yang buat dua mimpi saya terwujud. Pertama, untuk menjadi juara Liga Indonesia. Saya sebelum bersama Bhayangkara sudah lima kali menjadi juara, dua kali di antaranya di Asia, yakni juara Piala Presiden bersama Persib dan juara di Liga Malaysia bersama Melaka United, tapi belum pernah juara Liga 1.

Jadi ketika itu, Bhayangkara tetap di papan atas tapi tak ada yang ngomong juara. Tapi saya pikir tak ada yang mustahil di sepakbola, saya anggap itu challenge (tantangan) dan akhirnya kami berhasil (menjadi juara Liga 1).

Mimpi kedua saya adalah menjadi warga negara Indonesia dapat paspor Indonesia, dan keputusan itu yang membantu saya. Itu berawal dari keinginan saya, dan memang dibantu PSSI. Mungkin (PSSI ingin membantu) karena melihat saya dalam dua bulan bisa mencetak 12 gol dan menjadi juara (bersama Bhayangkara). Mungkin mereka (PSSI) pikir saya juga bisa membantu tim nasional.

Menurut Anda apa yang kurang dari penampilan Bali United di Piala AFC sejauh ini?

Menurut saya, Bali United tim sangat luar biasa. Tim ini baru tiga tahun, sulit dipercaya, baru tiga tahun tapi sudah sangat bagus, begitu kuat organisasi dari segi manapun. Mulai dari manajemen, staf pelatih, staf lain, dan tentu saja materi pemain, menurut saya luar biasa. Walaupun baru tiga tahun sudah jadi runner-up Liga 1 dan ke final Piala Presiden 2018. Saya yakin ke depan kami akan meraih gelar juara.

Kalau di Piala AFC, kami mungkin kurang berpengalaman, itu normal, karena kami baru tiga tahun dan belum pernah bermain di Piala AFC. Saya yakin ini bukan terakhir Bali United main di kompetisi Asia, dan tahun-tahun ke depan kami akan bermain lagi dan saya yakin kami akan mengharumkan nama Indonesia di kancah Asia.

Tim Thailand seperti Buriram United berani memiliki visi berada di papan atas Asia. Apakah Bali United memiliki ambisi serupa?

Buriram tim sangat bagus salah satu tim terbaik di Asia Tenggara, tapi semua itu tidak terjadi instan. Mereka banyak pengalaman dan tradisi, serta mereka banyak kerja dan butuh waktu lama untuk meraih prestasi. Begitu juga dengan kami, jadi tidak ada yang instan, saya yakin Bali United suatu saat bisa seperti Buriram (untuk menjadi tim papan atas di Asia).

Apa yang diperlukan Bali untuk ke level itu?

Artikel dilanjutkan di bawah ini

Pengalaman saja, tinggal tunggu wa ktu saja. Jadi tim ini bertahap setiap tahun menjadi lebih bagus lagi. Saya lihat masa depan Bali United sangat cerah.

LIMA ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Dijual Terbatas, Ini Harga Tiket Laga Timnas Indonesia U-19 Kontra Jepang U-19
2. Satu Sponsor Utama Mundur, Titel Liga 1 Berubah
3. Daftar 24 Pemain Timnas Indonesia U-19 Kontra Jepang
4. Ketika Alexandre Pato Tergila-Gila Pada Aktris Cantik Tiongkok
5. Inilah Jersey Resmi Peserta Piala Dunia 2018
Sumber: Google News | Berita 24 Bali

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »