www.AlvinAdam.com

Berita 24 Bali

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

80 Persen Pabrik Pengalengan Ikan di Indonesia Gunakan Ikan Impor

Posted by On 07.44

80 Persen Pabrik Pengalengan Ikan di Indonesia Gunakan Ikan Impor

Ikan makarel dalam kaleng sudah aman untuk dikonsumsi dan produk yang mengandung cacing parasit sudah ditarik dari peredaran serta dimusnahkanKOMPAS.COM/Ira Rachmawati Ikan makarel dalam kaleng sudah aman untuk dikonsumsi dan produk yang mengandung cacing parasit sudah ditarik dari peredaran serta dimusnahkan

BANYUWANGI, KOMPAS.com - 80 persen ikan yang digunakan oleh pabrik pengalengan ikan di Indonesia masih menggunakan ikan impor.

Hal tersebut dijelaskan Ketua Asosiasi Pengalengan Ikan (APIKI) Ady Surya kepada Kompas.com Kamis (13/4/2018).

Saat ini, menurutnya, ada 44 pabrik pengalengan ikan di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, 28 pabrik mengolah ikan sarden dan makerel, sedangkan sisanya megelola ikan tuna.

"Kalau tuna terkonsetrasi di Bitung sedangkan sarden dan makerel terkonsetrasi di Bali, Muncar, Pekalongan dan Medan. Nah pada tahun 2017 ikan yang digunakan 80 persen adalah ikan impor. Mengapa? karena ikannya memang sudah tidak ada di Selat Bali. Sebelumnya 100 persen ikan sarden dan makarel berasal dari perairan Selat Bali. Sekarang kita impor dan hanya 20 persennya dari Indonesia bagian timurr," jelas Ady.

Ia mengatakan belum ada teori dari ahli yang menjelaskan alasan mengapa ikan sarden dan makarel hilang dari perairan Selat Bali. Namun ikan tersebut menghilang pascagempa di Selatan Jawa sekitar tahun 2000-an dan kemudian muncul ikan krismon di wilayah Pantura.

"Saya masuk tim analisa statistik lemuru saat ini. Tapi sampai sekarang tidak ada keputusan penyebabnya apa," jelas Ady.

Sebenarnya, menurut Ady, ikan jenis Sarden dan Makarel mungkin ada di Indonesia bagian timur namun pabrik pengalengan ikan membutuhkan bahan mutu yang paling standar untuk ikan konsumsi yang digunakan yaitu harus fresh from the sea.

Dalam hal ini, ikan yang ditangkap dari laut langsung dibekukan di atas kapal, bukan ikan yang ditangkap lalu di bawa ke pelabuhan kemudian dilelang.

"Dengan proses beku di atas kapal, semuanya clear. Parasit juga mati. Jadi standar ikan kaleng sangat tinggi," tambahnya.

Dia berharap Indonesia memiliki kapal yang memiliki kemampuan tangkap yang baik dan memiliki kapal penampung untuk pembekuan ikan.

Hal tersebut sangat diperlukan karena melihat kondisi saat ini dengan tidak adanya kapal asing yang menangkap ikan di perairan Indonesia.

"Jadi walaupun ikannya banyak tapi tidak melewati proses pembekuan di atas kapal ya tidak bisa digunakan di pabrik pengalengan ikan," jelasnya.

Pada tahun 2017, Indonesia mengi mport ikan sarden dan makarel sekitar 40 ribu ton, padahal kapasitas dari 28 pabrik dalam setahun bisa mengolah hingga 235 ribu ton sarden dan makeral. Sedangkan kapasitas pengelolaan ikan tuna pertahun bisa 365 ribu ton.

"Untuk sarden makarel kita hanya mengelola 1/6 dari kapasitas kemampuan kita. Sangat sedikit. Untuk Tuna juga hanya mengelola dibawah 30 persen dari kapasitas kemampuan. Untuk memenuhi kekurangannya kita ambil ikan lokal tapi kalau nggak ada ya segitu saja yang kita produksi," jelasnya.

Selain itu, menurut Ady, sebenarnya penguasa pabrik ikan dalam kaleng lebih suka menggunakan ikan dalam negeri karena selain harganya lebih murah, proses mekanismenya tidak begitu panjang.

"Jika ikan dalam negeri, setelah ditangkap kemudian masuk pabrik dan prosesnya cepat. Harganya juga antara 7 ribu hingga 8 ribu. Beda dengan ikan impor bisa 11 ribu dan mekanismenya panjang," jelas Ady.


Berita Terkait

Pasti kan Kasus Cacing Sudah "Clear", Kepala BPOM Konsumsi Ikan Makerel

"NTT Punya Ikan Pasti Jauh Lebih Banyak daripada Timor Leste..."

Hingga Awal April, KKP Amankan 26 Kapal Ikan Ilegal

KKP Amankan Dua Kapal Ikan Berbendera Filipina

Produksi Ikan Patin Dalam Negeri Melonjak Berkat Larangan Impor

Terkini Lainnya

OJK: Kenaikan Peringkat Indonesia Dorong Pertumbuhan Industri Jasa    Keuangan

OJK: Kenaikan Peringkat Indonesia Dorong Pertumbuhan Industri Jasa Keuangan

Keuangan 14/04/2018, 21:22 WIB Dirut Inalum Sebut Perundingan Divestasi Freeport Dekati Tahap Akhir

Dirut Inalum Sebut Perundingan Divestasi Freeport Dekati Tahap Akhir

Bisnis 14/04/2018, 20:48 WIB Aftech Ajukan Draft Kode Etik Fintech ke OJK

Aftech Ajukan Draft Kode Etik Fintech ke OJK

Keuangan 14/04/2018, 19:10 WIB Menhub Jabarkan Solusi Penumpukan Penumpang di Stasiun Duri

Menhub Jabarkan Solusi Penumpukan Penu mpang di Stasiun Duri

Makro 14/04/2018, 18:09 WIB Menteri Rini Angkat Topi ke Direksi Nindya Karya

Menteri Rini Angkat Topi ke Direksi Nindya Karya

Bisnis 14/04/2018, 17:17 WIB Nindya Karya Jadi Tersangka Korupsi, Ini Penjelasan Dirut

Nindya Karya Jadi Tersangka Korupsi, Ini Penjelasan Dirut

Bisnis 14/04/2018, 16:46 WIB BUMN Nindya Karya Jadi Tersangka Korupsi, Ini Tanggapan Menteri Rini

BUMN Nindya Karya Jadi Tersangka Korupsi, Ini Tanggapan Menteri Rini

Makro 14/04/2018, 15:19 WI B Investasi di Indonesia, Investor Global Butuh Mitra Lokal

Investasi di Indonesia, Investor Global Butuh Mitra Lokal

Makro 14/04/2018, 14:27 WIB Presiden: 2030, RI Masuk 10 Besar Negara dengan Perekonomian Terkuat

Presiden: 2030, RI Masuk 10 Besar Negara dengan Perekonomian Terkuat

Makro 14/04/2018, 14:15 WIB Mahasiswa Tanya soal Utang Luar Negeri RI, Ini Jawaban BI

Mahasiswa Tanya soal Utang Luar Negeri RI, Ini Jawaban BI

Makro 14/04/2018, 13:50 WIB BI: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Tak Berdampak Besar ke Inflasi

BI: Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Tak Berdampak Besar ke Inflasi

Makro 14/04/2018, 13:12 WIB Ulang Tahun ke-20, Aset di Bawah Kementerian BUMN Tembus Rp 7.200 Triliun

Ulang Tahun ke-20, Aset di Bawah Kementerian BUMN Tembus Rp 7.200 Triliun

Makro 14/04/2018, 12:58 WIB Maret 2018, Neraca Perdagangan Indonesia Diprediksi Surplus

Maret 2018, Neraca Perdagangan Indonesia Diprediksi Surplus

Makro 14/04/2018, 12:28 WIB 80 Persen P   abrik Pengalengan Ikan di Indonesia Gunakan Ikan Impor

80 Persen Pabrik Pengalengan Ikan di Indonesia Gunakan Ikan Impor

Keuangan 14/04/2018, 10:45 WIB Regulasi Segera Diterbitkan, Layanan Fintech Wajib Terdaftar di OJK

Regulasi Segera Diterbitkan, Layanan Fintech Wajib Terdaftar di OJK

Keuangan 14/04/2018, 10:21 WIB Load MoreSumber: Google News | Berita 24 Bali

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »