www.AlvinAdam.com

Berita 24 Bali

Subcribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Kampanye di Bali, Greenpeace Sebut Sampah Menjadi Energi Itu Bukan Solusi

Posted by On 15.27

Kampanye di Bali, Greenpeace Sebut Sampah Menjadi Energi Itu Bukan Solusi

Kampanye di Bali, Greenpeace Sebut Sampah Menjadi Energi Itu Bukan Solusi

Sampah menjadi energi itu bukan solusi yang tepat di Indonesia, melalui kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia

Kampanye di Bali, Greenpeace Sebut Sampah Menjadi Energi Itu Bukan SolusiTribun Bali / Rizal FananyKapal Greenpeace Rainbow Warrior tiba di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Jumat (13/4/2018).Kunjungannya kali ini bertema Jelajah Harmoni Nusantara.

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Sampah menjadi energi itu bukan solusi yang tepat di Indonesia, melalui kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia di Acara Tour Kapal Rainbow Warior dengan tema "Bali Beralih Ke Energi Terbarukan" ; Pelabuhan Benoa minggu (15/4/2018)

Arifsyah Nasution selaku juru kampanye laut greenpeace menjelaskan, melihat persoalan sampah yang ada di Indonesia, Presiden Jokowi telah menyatakan, bahwa Indonesia darurat sampah.

Tim kampanye greenpeace juga melihat hal yang sama terkait pengolahan sampah yang berjalan pada saat ini nyatanya gagal.

"Ya adanya kegagalan sistem dan juga tingkat kesadaran masyarakat masih kurang" katanya.

Lanjutnya, Pertama, melihat bahwa kesadaran pemerintah soal sampah sebenarnya, harus membangun tingkat kesadaran masyarakat juga.

Kedua, pemerintah lebih ingin membakar sampah, artinya menggunakan sampah menjadi sumber energi itu membuat kontra produktif atau tidak tepat, karena sampah disini didominasi oleh sampah jenis organik, sekitar 70 persen jenis organik.

"Walaupun demikian sampah yang non organik terutama pelastik ini, sangat sulit untuk dikelolah karena tidak ada pemilihan dari awal" jelasnya .

Lanjutnya, Ketika sampah non organik ini dibakar tanpa ada kesempurnaan tempat, artinya bahwa tidak efisien juga dan menambah persoalan baru terkait pencemaran udaranya.

"Jadi ada beberapa zat seperti diokson sama furat, yang jika kita hirup akan menimbulkan kanker" ujarnya.

Lanjutnya, melihat bahwa pemerintah ini mengambil jalan pintas yang salah dan jalan pintas yang menimbulkan jalan baru. Maka dari itu tidak efisen jika membakar sampah di Indonesia.

"Yang kita kerahkan adalah dengan melihat bagaimana proses penggunaan plastik ini agar bisa dikendalikan atau dikurangi" katanya.

Permasalahan ini memang sudah menjadi masalah tingkat global tidak hanya di Indonesia saja. Namun pemerintah masih saja memakai cara-cara lama, karena sumber energi perbarukan lain yang dapat digunakan semisal ada matahari, dan angin.

"Jadi yang kita lihat sampah menjadi energi itu adalah hanya kamuplase dari pemerintah saja. Bahkan kita kalau membakar sampah, harus memerlukan energi juga" jelasnya

Maka dari itu dihimbau agar mengendalikan mengkonsumsi bahan-bahan plastik.

Penulis: Rino Gale Editor: Ady Sucipto Sumber: Tribun Bali Ikuti kami di Dikeroyok Tanpa Ampun, Polisi di Medan Lompat ke Sungai Demi Selamatkan Diri, Senpinya Sempat Hilang Sumber: Google News | Berita 24 Bali

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »